lt5790584f9728f

MUNGKIN Anda termasuk salah satu orang yang bertanya-tanya, sebenarnya amnesti pajak ditujukan untuk siapa? Apakah hanya untuk perusahaan-perusahaan besar saja? Apakah untuk pengusaha saja? Apakah karyawan juga bisa mengikuti amnesti pajak?

Jika Anda belum menemukan jawabannya, maka, melalui tulisan ini saya akan menjawab pertanyaan tersebut. Sebagaimana diatur dalam UU No 11/2016, disebutkan bahwa setiap Wajib Pajak berhak mendapatkan pengampunan pajak. Artinya SETIAP Wajib Pajak, siapapun dia, baik perusahaan (Wajib Pajak Badan), pengusaha maupun karyawan berhak diampuni. Yang namanya hak, boleh dipergunakan boleh tidak. Artinya keputusan memanfaatkan amnesti pajak atau tidak diserahkan sepenuhnya kepada Wajib Pajak sendiri.

Kemudian Peraturan Menteri Keuangan 118/2016 mengatur bahwa Wajib Pajak yang berhak memanfaatkan amnesti pajak adalah Wajib Pajak mempunyai kewajiban menyampaikan SPT Tahunan PPh. Menurut UU KUP, setiap Wajib Pajak wajib menyampaikan SPT, dimana jenis SPT meliputi SPT Tahunan dan SPT Masa. Penyampaian SPT Tahunan tersebut diwajibkan kepada seluruh Wajib Pajak, kecuali Wajib Pajak orang pribadi yang dalam satu Tahun Pajak menerima atau memperoleh penghasilan neto tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 7 Undang-Undang PPh.

Selain itu, UU Amnesti Pajak dan Peraturan Penjelasnya mengatur juga bahwa Wajib Pajak yang sedang:

  1. dilakukan penyidikan dan berkas penyidikannya telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan;

  2. dalam proses peradilan; atau
  3. menjalani hukuman pidana,

atas Tindak Pidana di Bidang Perpajakan, juga dikecualikan dari hak mengikuti/memanfaatkan amnesti pajak.

Berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan:

Wajib Pajak karyawan (baik sudah ber-NPWP atau belum), berhak memanfaatkan amnesti pajak. Kecuali jika karyawan tersebut:
a. menerima atau memperoleh penghasilan tidak melebihi PTKP tahun pajak terakhir;
b. sedang dilakukan penyidikan dan berkas penyidikannya telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan atas tindak pidana di bidang perpajakan;
c. sedang dalam proses peradilan atas tindak pidana di bidang perpajakan; atau
d. sedang menjalani hukuman pidana di bidang perpajakan.

Ilustrasi

Tuan Addin, adalah seorang karyawan pada sebuah perusahaan swasta. Tuan Addin telah memiliki NPWP dan terdaftar di KPP Palembang Ilir Barat. Akibat gencarnya sosialisasi amnesti pajak yang dilakukan oleh aparat pajak, Tuan Addin tertarik untuk mengikuti program amnesti pajak tersebut. Hal ini disebabkan selama ini Tuan Addin tidak melaporkan seluruh hartanya dengan benar.

Setelah mengikuti sosialisasi amnesti pajak yang dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Tuan Addin mulai melakukan persiapan-persiapan mengikuti amnesti pajak. Tuan Addin terlebih dahulu mempersiapkan NPWP yang valid dan masih aktif terdaftar di KPP. Daftar harta yang dilaporkan Tuan Addin pada SPT Tahunan PPh 2015 diantaranya:

a. Tanah dan bangunan Rp200.000.000,-
b. Mobil Rp160.000.000,-
c. Obligasi Rp100.000.000,-
d. Uang tunai Rp32.000.000,-
Total Harta Rp492.000.000,-

Setelah direkap, Tuan Addin seharusnya melaporkan harta sebagai berikut:
a. Tanah dan bangunan Rp320.000.000,-
b. Mobil Rp160.000.000,-
c. Obligasi Rp120.000.000,-
d. Uang tunai Rp32.000.000,-
e. Asuransi Unit Link Rp45.000.000,-
f. Saham pada PT ABC Rp24.000.000,-
Total Harta seharusnya Rp701.000.000,-

Sehingga Tuan Addin harus membayar uang tebusan sesuai ketentuan sebagai berikut:

> Dasar pengenaan uang tebusan = Rp701.000.000 – Rp492.000.000 = Rp209.000.000,-
>  Uang tebusan jika Tuan Addin mengikuti amnesti pajak bulan Agustus 2016 = 2% x Rp209.000.000 = Rp4.180.000,-

Dari ilustrasi di atas dapat kita simpulkan bahwa meskipun karyawan, tidak menutup kemungkinan adanya harta yang belum dilaporkan/diungkap dalam SPT Tahunan. Oleh karena itu, meskipun berstatus karyawan, tetap boleh memanfaatkan amnesti pajak.

Banyak juga karyawan yang sebenarnya memiliki harta di luar negeri dan tidak/belum dilaporkan dalam SPT Tahunannya. Sekarang, negara memanggil. Mari kita jawab panggilan itu.

Gambar dari sini.

Advertisements