CELOTEHAN saya yang ke-25, namun yang pertama di tahun 2015 ini. Saya kadang sangat mendewakan waktu, menganggap bahwa waktu adalah segalanya: penjawab segala pertanyaan, penyembuh segala rasa sakit, dan pemenuh segala kebutuhan, sampai kadang-kadang saya lupa bahwa waktu juga yang melenyapkan keberadaan, waktu yang menghapus kebahagiaan menjadi tangisan, waktu yang menghapus senyuman, mendatangkan rasa sakit, bahkan waktu juga yang sebenarnya memunculkan pertanyaan-pertanyaan baru. Waktu adalah dua sisi mata pisau.

Herannya, saya sering membicarakan tentang waktu di blog ini, tapi saya sendiri sering lupa. Lupa bahwa waktu tidak pernah menunggu. Lupa bahwa waktu terus berjalan. Bahkan lupa bahwa waktu adalah sama-sama makhluk yang tidak pantas saya dewa-dewakan. Waktu sama seperti halnya manusia, makhluk.

Ngomong-ngomong tentang waktu, sebentar lagi usia saya menginjak angka 28. Sudah selama itu saya hidup, namun pencapaian saya masih jauh dari dibilang cukup. Bukan harta, karena manusia diberi gunung emas sekalipun akan tetap kurang. Tapi ilmu. Ilmu saya masih jauh dari dibilang cukup. Semakin saya belajar, semakin saya bodoh. Semoga saya masih diberi cukup waktu untuk terus belajar di usia yang semakin mapan, amiin.

Dan mudah-mudahan di usia yang ke 28 ini arah kapal saya semakin jelas, kemana akan berlabuh dan membangun tenda untuk sekedar berteduh. Amiiin.

Terima kasih sudah menjadi pengunjung setia blog ini, insha Allah saya akan terus berbagi ilmu kepada para pembaca sekalian. Tetap semangat, mohon maaf lahir batin kalau ada salah-salah ya…

🙂

Advertisements