BANYAK dari kita mempertanyakan, sebenarnya perhitungan PPh Pasal 21 bulan Desember itu seperti apa? mengingat formulir SPT Masa PPh Pasal 21 yang baru ini sudah tidak lagi mengakomodasi jumlah PPh Pasal 21 yang sudah disetor di masa Januari-Nopember?

Perhitungan
Pasal 14 ayat (5) PER-31/PJ/2012 menyatakan bahwa besarnya PPh Pasal 21 yang harus dipotong untuk masa pajak terakhir adalah selisih antara Pajak Penghasilan yang terutang atas seluruh penghasilan kena pajak selama 1 (satu) tahun pajak atau bagian tahun pajak dengan PPh Pasal 21 yang telah dipotong pada masa-masa sebelumnya dalam tahun pajak yang bersangkutan.

Berdasarkan Pasal 14 ayat (5) di atas, maka PPh Pasal 21 masa Desember diperoleh dengan cara menghitung besarnya PPh Pasal 21 yang terutang selama satu tahun pajak. Hal ini bisa diawali dengan membuat formulir bukti pemotongan PPh Pasal 21 terhadap pegawai tetap (1721-A1 atau 1721-A2). Setelah diketahui berapa besarnya PPh Pasal 21 terutang untuk satu tahun pajak, dikurangi dengan PPh Pasal 21 yang telah dipotong pada masa Januari-Nopember. Selisihnya merupakan PPh Pasal 21 yang terutang untuk masa pajak Desember.

Hal ini sejalan dengan lampiran PER-31/PJ/2012 yang menyatakan bahwa penghitungan kembali dilakukan sebagai dasar pengisian Form 1721 Al atau 1721 A2 dan pemotongan PPh Pasal 21 yang terutang untuk masa pajak Desember atau masa pajak di mana pegawai tetap berhenti bekerja. Penghitungan kembali ini dilakukan pada:
a. bulan dimana pegawai tetap berhenti bekerja atau pensiun;
b. bulan Desember bagi pegawai tetap yang bekerja sampai akhir tahun kalender dan bagi penerima pensiun yang menerima uang pensiun sampai akhir tahun kalender.

Contoh:
Tuan Andri bekerja pada PT Kerjasama dari Januari-Desember 2014. Setiap bulan Tuan Andri dipotong PPh Pasal 21 sebesar Rp200.000,- Tuan Andri hanya memperoleh penghasilan teratur saja. Pada bulan Desember, berdasarkan seluruh penghasilan yang telah diterima selama tahun 2014, diketahui bahwa PPh Pasal 21 yang terutang selama satu tahun adalah Rp2.300.000,- maka PPh Pasal 21 yang terutang untuk bulan Desember adalah:

PPh Pasal 21 yang terutang selama Januari-Desember 2014 : Rp2.300.000,-
PPh Pasal 21 yang telah dipotong masa Januari-Nopember 2014: Rp2.200.000,-
PPh Pasal 21 yang terutang untuk masa Desember : Rp100.000,-

Pelaporan
Besarnya PPh Pasal 21 untuk masa pajak Desember dituangkan dalam formulir 1721-I satu masa pajak dan dipindahkan ke induk SPT Masa PPh Pasal 21 masa Desember. Sedangkan besarnya PPh Pasal 21 untuk satu tahun pajak dituangkan dalam formulir 1721-I satu tahun pajak dan tidak perlu dipindahkan ke induk SPT. Hal ini sebagaimana diatur dalam PER-14/PJ/2013.

Semoga bermanfaat.

Advertisements