BEBERAPA tulisan sebelumnya sudah membahas akuntansi untuk PPh Pasal 21. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai akuntansi PPN. Memang apabila kita lihat di PSAK 46 tidak mengatur mengenai PPN karena hanya mengatur mengenai PPh saja.

Secara umum, akuntansi untuk PPN menggunakan dua akun, yaitu akun PPN Masukan (PM) dan akun PPN Keluaran (PK). Akun PPN Masukan dipergunakan untuk mencatat PM yang dibayar atau dipungut atas transaksi pembelian atau penerimaan BKP/JKP, sedangkan akun PPN Keluaran dipergunakan untuk mencatat PK yang dipungut atau disetorkan ke kas negara atas transaksi penyerahan BKP/JKP.

Untuk memberikan gambaran lengkap mengenai akuntansi PPN, akan dijelaskan melalui contoh kasus.

PT Villagers adalah perusahaan tekstil. Selain mengekspor, PT Villagers juga menjual hasil produksinya ke dalam negeri. Berikut data-data PT Villagers selama bulan Maret 2014:

Uraian Maret (Rp) PPN
 Pembelian 300.000.000 ,- 30.000.000,-
 Penjualan 450.000.000,- 22.500.000,-

Porsi ekspor dan penjualan dalam negeri sebesar 50:50, sehingga PPN Keluaran hanya Rp22.500.000,- saja. Maka jurnalnya adalah sebagai berikut:

mencatat pembelian

Uraian Debit Kredit
 Pembelian 300.000.000 ,-
 PPN Masukan 30.000.000,-
      Utang dagang/kas 330.000.000,-

mencatat penjualan

Uraian Debit Kredit
 Piutang dagang/kas 472.000.000 ,-
      PPN Keluaran 22.500.000,-
      Penjualan 450.000.000,-

jurnal pada akhir Maret

Uraian Debit Kredit
 PPN Keluaran 22.500.000,-
      PPN Masukan 22.500.000,-

Sehingga SPT Masa PPN PT Villagers bulan Maret akan Lebih Bayar sebesar Rp7.500.000,-

Semoga bermanfaat!

Advertisements